dia adalah seorang anak perempuan, pada mulanya dia orang yang kurang peka terhadap orang lain ( gak mau peduli) , dan kurang bisa berkomunikasi dengan orang lain, dia tinggal di sebuah pondok pesantren tak begitu jauh dari sekolahnya, dia biasa berangkat sekolah dengan kakak kelasnya menggunakan alat transportasi sederhana yakni becak. karena dia biasa berangkat dan pulang bareng dengan seniornya dia pun ikut-ikutan masuk sebuah oragnisasi ekskul karena banyak senior dan teman-temanya disana. namun karena belum di dasari hati dia pun jarang mengikuti latihan. setahun berjalan pergantian pengurus pun tiba untuk regenerasi, anehnya dia di percaya menjadi calon ketua di organisasi tersebut. dia merasa heran dan merasa gak mampu.
"kenapa saya?",
sampai-sampai dia hendak mengundurkan diri karena merasa tak sanggup, namun takdir berkata lain dia mempunyai senior dan teman yang peduli, dia di dukung dan disemangati.
"tenang kamu gak sendiri, masih ada teman-temanmu yang akan terus mendorong dari belakang, membantu dan saya pun juga begitu akan ada di sampingmu, walaupun saya bukan anggota organisasi itu tapi saya akan ikut berjuang mengembangkan organisasi yang ada di sekolah kita dengan organisasi yang di amanatkan kepada saya" ujar temanya (ketua osis perempuan pertama di sekolahnya).
singkat cerita dia di percaya oleh anggota dan senior lainnya untuk mengemban amanah menjadi ketua organisasi tersebut. dia pun mengitikadkan dalam hatinya untuk bertanggung jawab dan menjalankan amanah yang di berikan oleh anggota, senior dan teman-temanya. karena memiliki rasa tanggung jawab itu dia menjalankan kepengurusan oraganisasi tersebut dengan sepenuh hati. sehingga timbul rasa senang dan cinta terhadap organisasi tersebut.
"bagaimana pun saya harus bisa menjalankan proker sesuai dengan rencana dan bisa lebih mengembangkan organisasi ini"
bukan hanya menjalankan proker sesuai rencana, dan mengembangkan organisasi tapi bisa berjuang memajukan organisasi yang ada di sekolahnya bersama pengurus organisasi lain pada masanya, bukan hanya itu dia pun bisa tetap berprestasi di kelas dan di pondok pesantrenya.
saya tidak pernah di anggap wah oleh orang lain, bahkan mungkin banyak yang menganggap diri saya di bawah rata-rata. namun untuk menjadi "wah" saya tak perlu memperkenalkan diri saya, saya cukup perfom menjalankan kepengurusan dan mengembangkan organisasi dengan baik. dan bukan hanya kata wah tapi kata WOW yang saya dapat.(nina ainul widad)
dan pribadinya yang tadinya kurang peduli dan kurang bisa berkomunikasi dengan baik mengalami perubahan yang sangat signifikan karena beroraganisasi, karena di organisasi bukan hanya belajar materi saja tapi di ajarkan kepedulian terhadap anggota, orgnisasi, berkomunikasi, dan banyak hal lainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar