Kamis, 19 Desember 2013

puisi perpisahan

detik demi detik tak terasakan
berlalu, usiapun kian bertambah
saat ada pertemuan tiba suatu perpisahan
suatu kenangan akan tersirat dalam jiwa

kenangan indah dalam suka
maupun duka akan terukir
dan tetap mengukuh dalam kehidupan
mendatang nanti

"merpati pagi indah menari"
"berbaris rapi para brahmana"
"bilakan pergi indahkan memory"
"suatu ukir goresan pena"

Minggu, 10 November 2013

Kopi Hitam: Posting With Allah part 6 jilid do'a = perubahan

Kopi Hitam: Posting With Allah part 6 jilid do'a = perubahan: alhamdulillah bisa posting lagi nih, maaf untuk nulis postingan ini saya butuh banyak refernsi dan masukan dari banyak teman dan guru ngaji...

Posting With Allah part 6 jilid do'a = perubahan

alhamdulillah bisa posting lagi nih, maaf untuk nulis postingan ini saya butuh banyak refernsi dan masukan dari banyak teman dan guru ngaji saya, judulnya pun sedikit di rubah jadi Posting With Allah, Posting itu singkatan dari positif tinggi, artinya saya pengen ngajak temen temen berpositif tinggi bersama Allah, bukan hany berpositif terhadap Allah seperti judul yang kemarin Allah itu baik "positive thinking about Allah" .
 
"tidak ada yang menolak takdir Allah, selain do'a. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang, selain (perbuatan) kebaikan," (HR Tirmidzi)
"sesungguhnya doa bermanfaat terhadap sesuatu yang sedang terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir, kecuali do'a." ( HR. Tirmidzi, Hakim)
kita tak pernah bisa paham maksud,rencana dan pengetahuan Allah SWT, namun Allah sangat paham terhadap hambanya, terhadap kebutuhan hambnya, karena Allah SWT yang telah menciptakan kita. oleh karena itu Allah menetapkan takdir untuk hambanya masing -masing. namun bukan berarti kita harus pasrah dan menyalahkan takdir atas apa yang menimpa kita. pesan nabi di atas yang di riwayatkan oleh tirmidzi menegaskan bahwa kita harus berdo'a, ibadah, dan berikhtiar. setelah baca buku percepatan rizki karya ippho santosa, saya menemukan pemahaman yang sama dengan sudut pandang saya, yaps saya bukan anda terserah sudut pandang anad menapsirkan seperti apa namun disini saya di berikan keyakinan posisi penting do'a dalam kehidupan kita. sekali lagi do'a kita akan terkabul, sekali lagi akan. kita tahu Allah yang telah menetapkan takdir kita, namun ketika dia mau menghendaki perubahan terhadap takdir kita apakah Allah bisa mengubah takdir kita? Yaps pastinya bisa kan ! bukankah dia maha berkehendak, dan maha berkuasa, pastilah dai bisa merubah sesuatu termasuk takdir. dimana Dia dapat meneruskan ketetapan itu, mengubahnya, atau mengahpusnya (QS.13:39) yakin lah karena kunci semuanya adalah keyakinan ingat keyakinan terhadap yang di sandarkan kepada Allah SWT.

kata WOW yang saya dapat

dia adalah seorang anak perempuan, pada mulanya dia orang yang kurang peka terhadap orang lain ( gak mau peduli) , dan kurang bisa berkomunikasi dengan orang lain, dia tinggal di sebuah pondok pesantren tak begitu jauh dari sekolahnya, dia biasa berangkat sekolah dengan kakak kelasnya menggunakan alat transportasi sederhana yakni becak. karena dia biasa berangkat dan pulang bareng dengan seniornya dia pun ikut-ikutan masuk sebuah oragnisasi ekskul karena banyak senior dan teman-temanya disana. namun karena belum di dasari hati dia pun jarang mengikuti latihan. setahun berjalan pergantian pengurus pun tiba untuk regenerasi, anehnya dia di percaya menjadi calon ketua di organisasi tersebut. dia merasa heran dan merasa gak mampu.
 "kenapa saya?", 
sampai-sampai dia hendak mengundurkan diri karena merasa tak sanggup, namun takdir berkata lain dia mempunyai senior dan teman yang peduli, dia di dukung dan disemangati.
"tenang kamu gak sendiri, masih ada teman-temanmu yang akan terus mendorong dari belakang, membantu dan saya pun juga begitu akan ada di sampingmu, walaupun saya bukan anggota organisasi itu tapi saya akan ikut berjuang mengembangkan organisasi yang ada di sekolah kita  dengan organisasi yang di amanatkan kepada saya" ujar temanya (ketua osis perempuan pertama di sekolahnya).
singkat cerita dia di percaya oleh anggota dan senior lainnya untuk mengemban amanah menjadi ketua organisasi tersebut. dia pun mengitikadkan dalam hatinya untuk bertanggung jawab dan menjalankan amanah yang di berikan oleh anggota, senior dan teman-temanya. karena memiliki rasa tanggung jawab itu dia menjalankan kepengurusan oraganisasi tersebut dengan sepenuh hati. sehingga timbul rasa senang dan cinta terhadap organisasi tersebut. 
"bagaimana pun saya harus bisa menjalankan proker sesuai dengan rencana dan bisa lebih mengembangkan organisasi ini" 
bukan hanya menjalankan proker sesuai rencana, dan mengembangkan organisasi tapi bisa berjuang memajukan organisasi yang ada di sekolahnya bersama pengurus organisasi lain pada masanya, bukan hanya itu dia pun bisa tetap berprestasi di kelas dan di pondok pesantrenya. 
saya tidak pernah di anggap wah oleh orang lain, bahkan mungkin banyak yang menganggap diri saya di bawah rata-rata. namun untuk menjadi "wah" saya tak perlu memperkenalkan diri saya, saya cukup perfom menjalankan kepengurusan dan mengembangkan organisasi dengan baik. dan bukan hanya kata wah tapi kata WOW yang saya dapat.(nina ainul widad)
dan pribadinya yang tadinya kurang peduli dan kurang bisa berkomunikasi dengan baik mengalami perubahan yang sangat signifikan karena beroraganisasi, karena di organisasi bukan hanya belajar materi saja tapi di ajarkan kepedulian terhadap anggota, orgnisasi, berkomunikasi, dan banyak hal lainya.

Rabu, 30 Oktober 2013

Tanggung Jawab !

berusaha tanggung jawab dan memberikan yang terbaik dengan usaha semaksimal mungkin untuk sebuah kepercayaan orang terhadap kita. (amanah) dan untuk sesuatu yang dapat kita berikan untuk kebaikan kelompok/organisasi.
mungkin anda adalah orang yang suka di suruh-suruh, perhatikan ini, syukuri ini, bukankah atasan berawal dari bawahan. lebih dari itu sebaiknya kita nikmati kepercayaan orang lain terhadap kita. kita artikan kita menjadi orang yang berguna atau bermanfaat, bukankah itu tujuan kita ? dari pada kita menggurutu menyempitkan hati dan fikiran kita hanya di manfaatkan ! terserah mereka mau memanfaatkan kita atau yang lainnya kita bisa melakukan sesuatu yang baru walaupun berawal dari perintah orang lain, kita bisa terbiasa melakukan itu dan menjadi ahli walaupun awalnya kita di jadikan sebagai pembantu. bukankah itu termasuk jasa, ya jasa yang baik selalu di hargai bukan untuk bekal yang lain, tapi untuk diri kita sendiri. membekali kita dengan keahlian dan pengetahuan.
ini adalah kisah anak yang tinggal jauh dari sekolahnya, memerlukan waktu satu jam dengan mengunakan sepeda motor untuk sampai ke sekolahnya apalagi inprastrukturnya jalannya sangat rusak karena banyak lubang-lubang mengahadangnya. dia bukan siapa-siapa pada mulanya, dan tak mempunyai kemampuan yang menonjol yang membedakan dia dengan  teman-temannya. namun sebuah kepercayaan di berikan kepadanya, di suruh ini, di suruh itu dia tak pernah nolak dan bahkan dia berusaha untuk menjalankannya sebaik mungkin, karena dia merasa itu adalah sebuah kepercayaan yang di berikannya. dengan hal itu dia terus di percaya banyak orang dan menjadi bagian dari orang-orang yang mempunyai kemampuan lebih dengan kesederhanaanya dan sikap baiknya.
"aku senang menjadi pembantu karena banyak hal yang saya dapat dan ketahui di banding dengan orang yang diam saja" banyak pelajaran tersirat yang saya ambil dari setiap perintah yang saya lakukan." (zaenal Alim)
contoh pada awalnya saya tak pernah bisa bahkan tahu pun tidak scara membuat sepanduk atau dekorasi, namun ketika saya di beri amanah untuk membuat sepanduk atau mendekor dan di berikan arahan akhirnya saya pun bisa sendiri. bukankah ilmu itu terus berjalan sehingga bisa menghasilkan karya.
ketika kita terus berkarya dalam sebuah organisasi, terus bergerak dalam sebuah organisasi terus bergerak action orang lainpun memperhatikan kita dan mudah-mudahan bisa tergugah hatinya untuk bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain atau kelompok kita sesuai visi organisasi kita, ingat bukan untuk cari perhatian tapi untuk menyadarkan dan mengajak action bersama-sama. bukankah orang yang baik itu bisa memberi contoh dan suri tauladan yang baik. terus semangat yaa calon leader.

Jumat, 25 Oktober 2013

Belajar dari Ular Tangga



Belajar dari Ular Tangga
Setiap orang mempunyai jalan dan jalurnya masing-masing dalam hidupnya. Seperti anda bermain ular tangga. Yaps bermain ular tangga, anda masih ingat dengan permainan saat kita kanak kanak dulu, sebuah permainan dimana kita harus melewati nomor-nomor yang berurutan dari 1 s/d 100 atau berlomba menuju finish lebih dulu. Mungkin buakn hanya saya saja yang sadar, mungkin anda juga sadar bahwa dalam permainan itu kita banyak mendapatkan pelajaran. Yah jelas karena semua gak ada yang sia-sia selalu ada sisi positif ada juga sisi negative tergantung di lihat dari susudt pandang tertentu.
Ular tangga adalah permainan untuk anak yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa gambar ada sejumlah tangga dan ular yang menghubungkan satu kotak dengan kotak yang lainnya. Diciptakan tahun 1870.Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga, setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan. Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya di ujung kiri)dan secara bergilir melemparkan dadu. Bidak dijalankan sesuai dengan mata dadu yang muncul. Bila pemain mendapat di ujung bawah tangga mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kota terakhir.
Dalam permainan ada beberapa kotak atau nomor yang mempercepat kita melaju ke finish dengan tangga ada juga kotak atau nomor yang menjatuhkan kita dengan Ular, namun kita terus berusaha dengan memainkan karakter kita bergerak melewati kotak atau nomor dengan angka dadu yang keluar dari hasil kocokan kita. Kita juga selalu berharap mendapatkan bisa mendapatkan angka yang mengatarkan kita ke nomor yang bisa mempercepat kita untuk mencapai sebuah finih atau angka 100 dengan sangat cepat (dengan tangga yang sangat tinggi) dan berharap tidak beraa pada nomor yang membuat kita jatuh menjauhi tujuan kita atau angka 100 (dengan Ular).
Pernahkah anda memainkan permainan ular tangga itu, namun tak pernah berhasil sampai ke finish atau angka 100?
Hampir semua orang yang memainkan permainan ular tangga itu berhasil sampai angka 100 atau finish!, kecuali mereka yang berhenti dan menyerah meninggalkan permainan itu yang gagal. Atau mungkin ketika anda kecil saat anda memainkan permainan ulartanbgga itu anda di panggil orang tua anda untuk pulang, mandi, belajar, makan dan aktivitas lainya, padahal anda sudah setngah jalan saat memainkanya atau mungkin hampir mencapai finish. Stop, stop! Bukan itu yang ingin saya bahas.
Dalam hidup pun kita bisa belajar dari ular tangga, anda tetapkan impian anda ( kotak terakhir atau biasanya angka seratus/finish) dan terus berusaha untuk mewujudkan impian anda (memainkan bidak dan mengocok dadu) dengan di sertai do’a (harapan untuk mencapai kotak yang mempercepai langkah anda dengan tangga dan menyelamatkan anda dari jatuh dengan ular) yakin lah sudah banyak orang yang membuktikan mungkin termasuk anda memainkan ular tangga berhasil sampai finish, ( begitu pun impian sudah banyak orang yang berusaha di sertai doa dengan keuletan tinggi bisa mewujudkan impiannya) karena selalu ada harapan walaupun hanya 0,1% ( nikmati saja permainannya)     

Jumat, 11 Oktober 2013

janji soundtrack JANJI JOMBLO ( G STAR PRODUCTION)

Intro :
Pasti semua pernah Berjanji
namun tidak semua bisa menepati
janji adalah segalanya
tak ada guna untuk menyesali
reff
       tak usah membuat janji
       jika hanya untuk di ingakari     
       kata maaf pun takkan pernah berarti   
tak usah membuat janji
jika hanya untuk di ingakari     
kata maaf pun takkan pernah berarti       
Intro :
back to awal
   

Senin, 23 September 2013

success in organization and activities

success in organization and activities
Before discussing how to succeed in the organization and activities, we must first understand the basic concept. in carrying out the activities we have to know and understand that the target audience is king, and committee activities is ministry. yes, the same concept in buying and selling. why did I take this basic concept, because when we positioned the participants as king then any activity undertaken by the committee will lead to kabikan, comfort, safety, and rights of participants. we often encounter the committee is always selfish in determining all aspects of the activities without thinking of the rights of participants. just imagine when all the committee have the same view that the participant is the king of the activities that he forged the concept will give a positive impression to the participants. and reciprocal activities that will be enjoyed by participants and automatically when participants enjoy activities without complaints, and other critics say that the campaign was successful. therefore the committee must be completely dedicated himself as a servant of participants. not mean that in order to be a servant-order. just enough to devote thought and energy, spirit, etc. for the rights of participants in the activity. everything must be thought out, from the comfort, safety, cleanliness, food, materials, and other rights.
nah how to organize? whether the concept of the king and the waitress was still in use. yes it could be, but that's not enough. many of the concepts that must be realized and used as the basis for your guidance organizers. but it is our further discussion in the next post.

Kamis, 05 September 2013

Posting With Allah part 5 ( cerita do'a nabi ayub )

Nabi Ayyub A.S. adalah salah seorang nabi yang terkenal kaya raya dengan harta yang melimpah dan jumlah ternak yang luar biasa banyaknya. Namun Walaupun demikian, Nabi Ayyub A.S. tetap tekun beribadah kepada Allah dan tidak berhenti-berhentinya melakukan kebajikan. Nabi Ayyub juga terkenal suka menolong orang-orang yang menderita, terutama mereka yang termasuk kaum fakir miskin.
Para malaikat di langit terkagum-kagum dan membicarakan tentang ketaatan Ayyub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah. Iblis yang mendengar pembicaraan para malaikat ini merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayyub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka.
Mula-mula iblis mencoba sendiri menggoda Nabi Ayyub agar tersesat dan tidak bersyukur kepada Allah, namun usahanya ini gagal, Nabi Ayyub tetap tak tergoyahkan. Lalu iblis menghadap Allah, meminta agak ia diizinkan untuk menguji keikhlasan Nabi Ayyub. Iblis berkata, “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub senantiasa patuh dan berbakti kepada-Mu, senantiasa memuji-Mu, tak lain hanyalah karena takut kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadanya, karena ia ingin kekayaannya tetap terpelihara. Semua ibadahnya bukan karena ikhlas, cinta, dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah dan kehilangan harta benda, serta anak-anak dan istrinya, belum tentu ia akan tetap taat dan ikhlas menyembah-Mu.”
Allah berfirman kepada iblis, “Sesungguhnya Ayyub adalah hamba-Ku yang sangat taat kepada-Ku. Ia sesorang mu’min sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyahkan hanya oleh perubahan keadaan duniawi. Cintanya kepada-Ku takkan berkurang walaupun ditimpa musibah apa pun yang melanda dirinya, karena ia yakin bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya, atau Ku-jadikan berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu.
Engkau tidak rela melihat hamba-hamba-Ku, anak cucu Adam, berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan keimanannya pada takdir-Ku, Ku-izinkan kau menggoda dan mencoba memalingkannya dari-Ku. Kerahkan seluruh pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayyub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikan keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah, sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan Ayyub hamba-Ku.”
Setelah itu, iblis dan para pembantunya mulai menyerbu keimanan Nabi Ayyub A.S. Mula-mula mereka membinasakan hewan ternak pemeliharaan Ayyub, disusul lumbung-lumbung gandum dan lahan pertaniannya dibakar hingga musnah.
Iblis mengira Nabi Ayyub A.S. akan berkeluh kesah setelah kehilangan ternak dan pertaniannya, namun ternyata Nabi Ayyub as tetap berhusnuzhon (berbaik sangka) kepada Allah. Segalanya ia pasrahkan kepada Allah. Harta adalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat saja diambil kembali.
Berikutnya iblis mendatangi putra-putra Nabi Ayyub AS yang sedang berada di sebuah gedung yang besar dan megah. Mereka menggoyang-goyangkan tiang-tiang gedung sehingga gedung itu roboh dan  membuat anak-anak dari Nabi Ayyub A.S. yang berada di dalamnya meninggal.
Iblis mengira usahanya kali ini akan berhasil menggoyahkan iman dari Nabi Ayyub yang memang sangat menyayangi putra-putranya itu, namun sekali lagi mereka harus kecewa. Nabi Ayyub tetap berserah diri kepada Allah. Ia memang bersedih hati dan menangis, tapi jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah yang Maha Pemberi menghendaki sesuatu, tak ada seorang pun yang mampu menghalangi-Nya.
Iblis yang masih belum puas, lalu menaruh baksil di sekujur tubuh Nabi Ayyub sehingga beliau menderita penyakit kulit yang sangat menjijikkan, hingga ia dijauhi sanak famili dan tetangganya. Istri-istrinya banyak yang lari meninggalkannya, hanya seorang saja yang tetap setia mendampinginya, yaitu Rahmah. Lebih parah lagi, para tetangga Nabi Ayyub AS yang tidak mau ketularan penyakit yang diderita Nabi Ayyub, mengusirnya dari kampung mereka. Maka pergilah Nabi Ayyub dan istrinya Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia.
Waktu 7 tahun dalam penderitaan terus-menerus memang merupakan ujian terberat bagi Ayyub dan Rahmah, namun Nabi Ayyub tetap bersabar dan berzikir menyebut Asma Allah. Diriwayatkan bahwa istrinya berkata, “Hai Ayyub, seandainya engkau berdoa kepada Tuhanmu, niscaya dia akan membebaskanmu.”
Namun Nabi Ayyub AS malah menjawab, “Aku telah hidup selama 70 tahun dalam keadaan sehat, dan Allah baru mengujiku dalam keadaan sakit selama 7 tahun. Ketahuilah, itu amat sedikit dibandingkan masa 70 tahun.”
Begitulah, Nabi Ayyub menerima ujian dari Allah SWT dengan sabar dan ikhlas. Ia telah hidup dalam kenikmatan selama puluhan tahun, maka ia merasa malu untuk berkeluh kesah kepada Allah SWT atas kesengsaraan yang hanya beberapa tahun. Sakit Nabi Ayyub membuat tidak ada lagi anggota badannya yang utuh kecuali jantung/hati dan lidahnya. Dengan hati dan lidahnya ini, Nabi Ayyub AS tak pernah berhenti berzikir kepada Allah, baik di waktu pagi, siang, sore dan malam hari.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Rahmah terpaksa bekerja pada suatu pabrik roti. Pagi ia berangkat, sorenya ia kembali ke rumah pengasingan. Namun lama-kelamaan majikannya mengetahui bahwa Rahmah adalah istri Nabi Ayyub yang memiliki penyakit berbahaya. Mereka khawatir Rahmah akan membawa baksil yang dapat menular melalui roti, oleh sebab itu mereka kemudian memecatnya.
Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. Ia meminta agar majikannya berkenan memberinya hutang roti, tetapi permintaannya ini ditolak. Majikannya hanya mau memberinya roti jika ia memotong gelung rambutnya yang panjang, padahal gelung rambut itu sangat disukai suaminya. Namun demi untuk mendapatkan roti, Rahmah akhirnya setuju dengan usul majikannya itu.
Ternyata, perbuatannya itu membuat Ayyub menduga bahwa ia telah menyeleweng. Akhirnya pada suatu hari, mungkin karena sudah tidak tahan dengan penderitaan yang terus-menerus dihadapi, Rahmah pamit untuk meninggalkan suaminya. Ia beralasan ingin bekerja agar dapat menghidupi suaminya. Nabi Ayyub melarangnya, tapi Rahmah tetap bersikeras sembari berkeluh kesah. Sesungguhnya tindakan Rahmah ini pun tak lepas dari peranan iblis yang menghasutnya untuk meninggalkan suaminya Ayyub.
Mendengar keluh kesah istrinya, berkatalah Ayyub, “Kiranya kau telah terkena bujuk rayu iblis, sehingga berkeluh kesah atas takdir Allah. Awas, kelak jika aku telah sembuh kau akan kupukul seratus kali. Mulai saat ini tinggalkan aku seorang diri, aku tak membutuhkan pertolonganmu sampai Allah menentukan takdir-Nya.”
Dengan demikian tinggallah kini Nabi Ayyub seorang diri setelah ia mengusir Rahmah istrinya. Di tengah kesendiriannya, Nabi Ayyub AS bermunajat kepada Allah SWT dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih-Nya. Allah SWT menerima doa Nabi Ayyub AS yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi ujian dan cobaan. Berfirmanlah Ia kepada Nabi Ayyub, “Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ akan memancar air yang dengannya kau akan sembuh dari penyakitmu. Kesehatanmu akan pulih jika kau mempergunakannya untuk minum dan mandi.”
Setelah meminum dan mandi dengan air itu, Ayyub pun sembuh seperti sedia kala. Sementara itu Rahmah istrinya yang telah pergi meninggalkannya, rupanya lama-kelamaan merasa kasihan dan tak tega membiarkan suaminya seorang diri. Ia datang untuk menjenguk, namun ia tak mengenali lagi suaminya, karena kini Nabi Ayyub tampak lebih sehat, lebih segar, dan lebih tampan. Nabi Ayyub sangat gembira melihat istrinya kembali, namun ia teringat sumpahnya yaitu ingin memukul istrinya seratus kali. Ia harus melaksanakan sumpah itu, tapi ia bimbang karena bagaimanapun istrinya telah turut menderita sewaktu bersamanya 7 tahun ini. Tegakah ia memukulnya seratus kali?
Allah mengetahui kebimbangan yang dirasakan Nabi Ayyub AS. Maka datanglah wahyu Allah kepada Nabi Ayyub, “Hai Ayyub, ambillah lidi seratus batang dan pukullah istrimu sekali saja. Dengan demikian tertebuslah sumpahmu.”
Nabi Ayyub merasa lega dengan jalan keluar yang diwahyukan Allah itu. Dengan lidi seratus, dipukulnya istrinya dengan satu kali pukulan yang sangat pelan, maka sumpahnya telah terlaksana.
Berkat kesabaran dan keteguhan imannya, Nabi Ayyub AS dikaruniai lagi harta benda yang melimpah ruah. Dari Rahmah, ia kemudian memperoleh anak bernama Basyar yang kemudian hari menjadi seorang nabi yang dikenal dengan nama Zulkifli.
Sumber : http://johanfirdaus.zo-ka01.com/2009/09/kisah-nabi-nabi-nabi-ayyub-as/

Minggu, 01 September 2013

Posting with Allah part 4 ( cerita a kecil dan A BESAR)



Dalam sebuah buku yang saya baca dengan judul la yahtasib yang di tulis oleh Umyung mustika, tertulis bahwa dalam berdo’a jangan pernah posisikan Allah sebagai Pembantu. Dalam berdo’a kita sering memposisikan Allah sebagai assisten atau pembantu” misalnya kita minta di berikan ini, itu dansebagainya. Padahal Allah lah yang menilai kita pantas atau tidak mendapatkan sesuatu. Karena Allah penya Rencana yang terbaik buat hamba-Nya.
Ingat kita selalu menuntut meminta berikan aku ini, itu, aku ingin begini, ingin begitu, Rizki aku, Jodoh aku, Harta aku, dan aku aku dengan a kecil mari kita ubah huruf a (kecil) menjadi A (BESAR). Maksudnya ketika kita meminta dengan A besar berikan Aku ini, itu, Aku ingin begini, ingin begitu, Rizki Aku, Jodoh Aku, Harta Aku. Maksudnya ? ya benar kita sandarkan semuanya kepada Allah dan kita harus meyakini baik menurut Allah baik juga menurut kita. Rizki Aku rikzi yang Allah ridhoi, jodoh Aku jodoh yang baik menurut Allah, sesudah itu kita benar benar pasrahkan pada Allah, biar Allah yang ingin menjadikan kita seperti apa yang dikehendaki-Nya. Tapi yang sering terjadi kita malah melawan, kita maunya begini, maunya begitu, kalau kita begini kita akan begini.
Pernah membeli sepatu ? atau apapun barang yang mempunyai ukuran ? kalo begitu mari kita ingat ingat.! Pernahkah kita membli barang yang menurut kita bagus bentuknya, warnanya namun kektika kita hendak membelinya dan kita coba ternyata barang itu tak cukup, kebesaran, atau kekecilan, sehingga kita mendapatkan barang yang merupakan pilihan kedua atau ketiga dan seterusnya sampai benar benar cocok dan pas dengan ukuran yang kita punya atau inginkan. Apa artinya mungkin kita bisa jawab, ya gak selamanya yang menurut kita bagus dan yang terbaik itu cocok dan pas untuk kita , , 

Berteriak Sekeras apa pun kita dalam berdo’a,  Allah maha mendengar rintihan suara hati kecil atas apa yang benar benar kita butuhkan, bukan kah Allah maha mengetahui.  ingat bukan berarti Allah tidak mengabulkan apa yang kita pinta tapi mari kita selidiki sebelumnya, pertanyaannya apakah benar yang kita pinta itu apa yang benar benar kita butuhkan , , dan apakah kita juga sudah pantas mendapatkannya.
Ada sebuah kisah pemuda biasa saja sebut saja namanya Rahman. Anak dari keluarga sederhana dan mungkin lebih cenderung kekurangan. Semenjak kelas 3 SMP dia menginginkan Sebuah sepeda motor, namun dia sadar dengan keadaan keluarganya, dan tak mau merepotkan dan menambah beban kedua Orangtua nya. Dia selalu berdo’a dalam setiap ibadahnya karena sangat meninginkan sepeda motor namun sampe dia lulus SMA do’anya belum kunjung terkabul. Sampai akhirnya dia bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Dan saat itu dia membutuhkan kendaraan untuk bulak balik kerja ya sebut saja minimal dia membutuhkan sebuah sepeda motor untuk memfasilitasi kerjanya. Dan apa yang terjadi. ya pada usia 20 dia membeli motor atas nama sendiri dan dengan uang dari hasil penghasilannya sendiri. Mantapkan Allah selalu tepat waktu, dan memberi apa yang kita butuhkan juga dari kepantasannya. Bukankah dia jadi lebih bangga dengan karena selain do’anya terkabul dia jjuga bisa membeli motor dengan nama sendiri di SKKB nya dan yang lebih penting dari hasil keringatnya sendiri sehingga dia bisa mendapatkan kepuasan tersendiri. Sungguh Ada rencana yang terselip di setiap kejadian. Dan gak ada yang sia sia ..... 
Dari kisah di atas kita bisa memetik hikmah dan pelajaran yakni bahwa do’a itu pasti dikabul. Dan jangan pernah takut do’a kita tak di terima atau di kabul. Allah tak akan pernah lupa. Bagaimana mungkin kita sebagai orang muslim dan mukmin tidak di dengar do’a nya sedangkan Setan yang seburuk-buruknya makhluk, ketika dia meminta tenggang waktu kepada Allah untuk memperpanjang hidupnya hingga hari kiamat, di kabulkan permintaannya. 


Ingat seorang anak kecil pun ketika menginginkan sesuatu sampai merengek menangis dan n lama kelamaan orang tuanya pun risih dan gak tega dengan anaknya yang menangis sehingga apa yang di inginkan anak itu pun diturutinya dengan menyelipkan nasihat, jangan menagis lagi. Jangan cengeng .